2012, Federasi Sepakbola Inggris (FA) resmi menunjuk Roy Hodgson untuk membesut The Three Lions.
Disebutkan pula bahwa Hodgson yang sebelumnya menjadi peracik taktik West Bromwich Albion diikat
dengan kesepakatan hingga empat tahun ke depan. Kontraknya sendiri baru aktif pada 14 Mei. Sedangkan
debut bersama skuad Union Jack akan terlaksana pada 2 Juni mendatang ketika timnas Inggris melakoni
ujicoba melawan Belgia di Stadion Wembley.
Penunjukkan Hodgson sendiri terbilang mengejutkan karena sebelumnya dia nyaris tidak pernah disebut
sebagai calon suksesor Fabio Capello yang meletakkan jabatan pada 9 Februari 2012 lalu. Selama ini sosok
yang difavoritkan mengemban tugas negara itu justru manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp.
Kalangan media bahkan baru mencium isu penunjukkan Hodgson pada akhir pekan kemarin. Kala itu pihak
FA yang mengungkapkan kalau Hodgson merupakan satu-satunya kandidat yang telah mereka dekati.
"Saya sangat senang dengan sambutan chairman WBA, Jeremy Peace dan semua pihak di West Bromwich
Albion yang sangat kooperatif dan memberi kesempatan kepada kami melakukan pendekatan kepada Roy,"
ujar chairman FA, David Bernstein.
"Roy satu-satunya manajer yang telah kami dekati dan kami terus berjalan sesuai tenggat waktu untuk
mencari pengganti setelah kepergian Fabio Capello," katanya lagi.
Trek Rekor Hodgson
Hodgson menukangi West Brom sejak Februari 2011. Sebelumnya, ia menjadi manajer Liverpool selama 6
bulan sebelum diberhentikan akibat menuai hasil kurang bagus.
Saat itu, Hodgson menggantikan Rafa Benitez setelah melambungkan Fulham era 2009-10. Hodgson
sempat membawa Fulham ke final Liga Europa 2010, meskipun akhirnya kalah dari Atletico Madrid partai
puncak.
Hodgson yang juga pernah menjadi manajer Blackburn Rovers punya banyak pengalaman di luar Inggris.
Dia pernah melatih tim Denmark, Norwegia dan Swedia dengan meraih 5 trofi juara Liga bersama Malmo.
Hodgson yang menguasai beberapa bahasa juga pernah melatih Swiss dan meloloskannya ke Euro 1996.
Pria 64 tahun ini juga sempat memimpin timnas Finlandia dan Emirat Arab. Roy menangani Inter Milan era
1995-97 dan membawanya finis di posisi 3 Serie A serta mencapai final Piala UEFA.
Tugas Berat Menanti
Tugas berat menanti di depan mata Hodgson. Selain dituntut membenahi tim yang masih berantakan
sepeninggal Capello, dia juga diharapkan bisa membawa timnas Inggris meraih hasil maksimal di perhelatan
Euro 2012 yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari.
Tugas perdana yang harus dituntaskan Hodgson ialah menentukan kapten timnas Inggris. Saat ini pasukan St
George Cross belum punya kapten tetap setelah FA mencopot ban dari lengan John Terry usai defender
Chelsea itu terlibat kasus rasis dengan bek QPR, Anton Ferdinand.
Stuart Pearce yang ditunjuk sebagai caretaker, sebelumnya memilih Scott Parker menjadi kapten di ujicoba
melawan Belanda, 29 Februari lalu.
Hodgson sendiri cukup sadar bahwa pemilihan kapten timnas Inggris adalah isu yang sangat sensitif. Untuk
itu dia mengaku tidak ingin terburu-buru dalam menentukannya.
"Kapten Inggris harus dipikirkan secara hati-hati. Saya tidak akan membicarakannya sekarang. Hal itu jelas
menjadi salah satu masalah yang saya harus selesaikan dalam beberapa hari ke depan," ujar Hodgson di
acara jumpa pers penunjukkan dirinya.
Soal tanggung jawabnya menuntun timnas Inggris berlaga di Euro 2012, Hodgson cukup otimistis. Walaupun
hanya memiliki waktu persiapan singkat dan akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Prancis, Swedia
dan tuan rumah Ukraina di babak penyisihan grup nanti, dia tetap yakin setidaknya mampu mencapai babak
delapan besar.
"Piala Eropa memang sangat berat karena diikuti 16 tim terbaik dimana beberapa di antaranya tim kuat di
dunia. Dan grup kami salah satu yang terberat," serunya.
"Publik Inggris selalu berharap timnasnya sukses. Dan indikator sukses adalah menang. Tapi, saya berharap
fans bersabar karena setelah pengunduran diri Fabio Capello, situasi jadi tak menentu," sambung Hodgson.
Mendapat Dukungan Penuh
Sejauh ini belum ada komentar sinis terkait penunjukkan Hodgson sebagai manajer baru timnas Inggris. Baik
pemain maupun rekan se-profesi menyatakan dukung penuh kepadanya.
"Saya pernah bekerja dengan Roy. Dia adalah pribadi yang baik dan manajer yang baik," ujar Gerrard.
"Yang penting saat ini kami berikan kesempatan padanya dan saya sudah tidak sabar untuk bekerja sama
kembali dengannya," kata gelandang yang pernah menjadi anak asuh Hodgson di Liverpool itu.
Sementara mantan manajer timnas Inggris, Sven-Goran Eriksson menyebut penujukkan Hodgson oleh FA
merupakan langkah tepat. Alasannya karena Hodgson merupakan sosok yang memiliki kharisma serta
pengalaman di level Internasional.
"Dia akan menjalankan tugas dengan baik. Roy memiliki kharisma. Sebagai manajer berkebangasaan Inggris
dia cukup kaya akan pengalaman Internasional," seru Eriksson.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar