VIVAbola - Olimpiade London 2012 telah resmi
dibuka. Sebelumnya, cabang olahraga (cabor) sepakbola
telah lebih dulu
mulai digelar. Kejutan dan kontroversi langsung tersaji. Mulai dari aksi
"ngambek" tim
sepakbola wanita Korea Utara (Korut) hingga terjungkalnya
kandidat kuat Spanyol di tangan Jepang.
Sepakbola di ajang
Olimpiade memang tak dapat menjadi ukuran kekuatan sepakbola
masing-masing
negara. Maklum, aturan timnas U-23 plus tiga pemain senior
yang berlaku tentu tak dapat menggambarkan
kekuatan sebenarnya dari
masing-masing negara.
Tak dapat dipungkiri Spanyol datang ke
London tetap sebagai kandidat kuat. Hegemoni klub-klub negeri
Matador di
pentas Eropa plus keberhasilan timnas senior menjadi yang terbaik di
Eropa dan Dunia tetap
dianggap sebagai barometer La Furia Roja paling
favorit meraih emas.
Spanyol Terjungkal, Inggris Mengecewakan
Namun
di laga perdana Grup D yang digelar di Hampden Park, Glasgow, Kamis 26
Juli 2012, Spanyol
secara mengejutkan justru tumbang di tangan timnas
Olimpiade Jepang. Yuki Otsu sukses menjadi mimpi
buruk di menit 34
setelah sepakannya memanfaatkan sebuah sepak pojok berhasil menjebol
gawang kiper
David De Gea.
Bahkan, Spanyol harus bermain dengan
10 pemain sejak menit 42 setelah Inigo Martinez diusir wasit.
Martinez
dinilai terlalu keras melanggar pemain Jepang, Kensuke Nagai. Spanyol
akhirnya harus menerima
kekalahan 0-1 dari wakil Asia itu.
Kemenangan
Jepang atas Spanyol ini seakan memberikan suntikan keyakinan bagi para
atlet peserta
Olimpiade yang menyandang status 'tak diunggulkan', bahwa
tak ada yang tak mungkin. Meski Spanyol
berhasil mendominasi jalannya
pertandingan dan menciptakan banyak peluang, namun La Furia Roja tetap
dapat dikalahkan.
Pelatih timnas olimpiade Spanyol, Luis Milla
langsung mengucapkan selamat atas keberhasilan Jepang
menaklukkan
timnya. "Selamat untuk Jepang, mereka menampilkan permainan yang bagus
tapi sulit bagi
kami bermain dengan 10 pemain," kata Milla menanggapi
kekalahan timnya seperti dilansir situs resmi FIFA.
Kubu timnas
Jepang sendiri menyebut kemenangan ini sebagai "Keajaiban Glasgow".
Pasalnya, hasil seri saja
dianggap kubu Samurai Biru sebagai hasil yang
membanggakan saat bersua tim sekelas Spanyol. Sehingga
kata keajaiban
dianggap paling pas saat Jepang sukses menekuk Juan Mata dan
kawan-kawan.
Dengan hasil ini, Jepang berhak sementara nangkring
di puncak klasemen dengan koleksi 3 poin setelah
Honduras dan Maroko
harus puas berbagi poin 1. Laga Honduras dan Maroko harus berakhir sama
kuat 2-
2.
Selain kejutan dari Spanyol, di pertandingan grup lain
juga terjadi hal serupa. Inggris Raya yang berada di
grup A secara
mengejutkan ditahan imbang Senegal 1-1. Sempat unggul lewat gol Craig
Bellamy di menit
20, Inggris Raya akhirnya kebobolan lewat gol Konate di
menit 82.
Status tuan rumah dan dihuni pemain-pemain inti Premier League
seharusnya membuat Inggris mampu
melewati Senegal. Hasil ini tentu cukup
sukses membuat panik kubu Inggris Raya. Hal itu langsung terlihat
dengan respon yang ditunjukkan kapten Inggris Raya, Ryan Giggs. Winger
veteran Manchester United ini
menuding Senegal memainkan sepakbola kasar
dengan tekel-tekel kerasnya.
"Ada sejumlah pelanggaran keras.
Sebagai pemain, yang Anda inginkan adalah sedikit perlindungan.
Beberapa
pemain kami diragukan untuk pertandingan Minggu karena cedera, dan itu
mengecewakan karena
hanya ada 18 pemain," ujar Giggs seperti dilansir
The Sun.
Giggs kemudian menunjuk satu pemain Senegal yang
seharusnya mendapatkan kartu merah pada
pertandingan tersebut. Pemain
itu adalah gelandang nomor punggung 10, Sadio Mane. "Saya tidak tahu
berapa banyak pelanggaran yang dilakukan pemain nomor 10, tapi di
Premier League, dia mungkin sudah
diusir wasit tiga kali," tegas Giggs.
Yang
jelas, dengan raihan hanya sebiji poin, Inggris Raya harus rela
sementara menjadi runner up grup di
bawah Uruguay yang mampu melewati
hadangan Uni Emirates Arab. Sempat tertinggal oleh gol Ismaeil
Matar,
Uruguay berhasil bangkit sebelum mengunci pertandingan dengan kemenangan
2-1. Dua gol Urugay
dicetak, Gaston Ramirez (42') dan Nicolas Lodeiro
(46').
Di Grup B tak ada kejutan setelah empat tim sama-sama
mengoleksi satu poin. Meksiko dan Korea Selatan
bermain imbang 0-0
sedangkan Gabon dan Swiss saling berbalas gol dengan skor akhir 1-1.
Sedangkan di Grup C, meski berhasil memetik kemenangan, Brasil tetap
dinilai tampil di bawah harapan.
Melawan tim sekelas Mesir, Brasil hanya
mampu menang tipis 3-2. Jika tak waspada, Brasil akan mengalami
nasib
serupa dengan Spanyol di pertandingan selanjutnya. Di pertandingan
lainnya, Belarus sukses menekuk
Selandia Baru 1-0.
Salah Bendera, Tim Sepakbola Wanita Korut NgambekSelain
menghadirkan kejutan, sepakbola di Olimpiade London juga melahirkan
kontroversi atau lebih
tepatnya kejadian memalukan. Peristiwa ini
terjadi di laga penyisihan Grup G yang mempertemuakn
Kolombia versus
Korea Utara. Pada pertandingan itu panitia penyelenggara salah memasang
bendera
kontestan.
Yang jadi korbannya adalah Korut. Pada duel di
Hampden Park, Glasgow, panitia malah memunculkan
bendera Korea Selatan
(Korsel) di layar raksasa ketika mengumumkan nama-nama pemain sebelum
pertandingan dimulai. Padahal, Korut dan Korsel kini secara politis
terus bersitegang.
Kontan hal itu membuat kubu Korut tersinggung.
Mereka lalu meninggalkan lapangan dan menolak tampil.
"Hari ini pada
pertandingan sepakbola wanita di Hampden Park muncul bendera Korsel di
layar raksasa
padahal seharusnya yang muncul adalah bendera Korut,"
tulis pihak panitia dikutip CNN.
"Ini jelas sebuah kesalahan.
Kami meminta maaf kepada tim dan Komite Olimpiade. Akan dilakukan
tindakan supaya kejadian serupa tidak terulang kembali," sambung
pernyataan itu.
Pemain-pemain Korut akhirnya mau tampil setelah
panitia meminta maaf dan berusaha keras membujuk.
Laga yang harusnya
dilangsungkan pada pukul 19.45 waktu setempat, harus tertunda sekitar
satu jam akibat
kejadian tersebut.
Namun, kesalahan itu
tampaknya cukup sukses membakar semangat Korut. Terbukti, Korut berhasil
menekuk Kolombia dengan skor meyakinkan 2-0. Dua gol Korut diborong
strikernya Kim Song-hui pada
menit 39 dan 86.
Yang menjadi pertanyaan terbesar, mampukah Spanyol keluar dari
tekanan? Tim Matador Muda mau tak
mau harus memenangkan dua pertandingan
sisa untuk memastikan lolos ke babak selanjutnya.