Cari Blog Ini

Sabtu, 05 Mei 2012

3 Pemain Buruan Barcelona



VIVAbola - Barcelona sudah mulai ambil ancang-ancang untuk pasar transfer musim depan. Ada tiga posisi

yang ingin dibenahi manajemen Azulgrana, yakni bek tengah, bek kiri, dan striker.


El Barca kurang berprestasi musim ini. Lionel Messi dan kawan-kawan gagal mempertahankan gelar juara

La Liga dan Liga Champions. Peluang satu-satunya meraih gelar juara tinggal Copa del Rey. Menurut 


Mirror Football, guna memperbaiki hal ini Barca siap membidik tiga pemain papan atas.


Nama pertama yang diincar adalah kapten Arsenal, Robin van Persie. Usai David Villa cedera Desember

lalu, Barca tak lagi memiliki penyerang tengah yang mumpuni. Penampilan Alexis Sanchez dan Pedro

Rodriguez terus angin-anginan. Hanya Lionel Messi yang konsisten di lini serang.


Untuk posisi bek kiri, target utama Barca sebenarnya adalah Gareth Bale dari Tottenham Hotspur. Namun,

Direktur Olahraga Barca Andoni Zubizarreta pesimistis klubnya bisa mendapatkan Bale karena harganya

yang terlalu tinggi.


Barca pun kini mengalihkan bidikannya kepada bek kiri berbakat Valencia, Jordi Alba. Nama yang satu ini

tampil sangat impresif bersama Kalelawar Mestalla. Ia dianggap bisa mengimbangi keagresifan Dani Alves di

sisi kanan.

Untuk posisi bek tengah, David Luiz dari Chelsea adalah pilihan utama. Luiz dianggap sebagai pemain yang 

paling ideal untuk menjadi tandem Gerard Pique, mengingat penampilan Carles Puyol sudah mulai menurun

karena faktor usia. Luiz sendiri kini bukan lagi pilihan utama di Stamford Bridge menyusul kedatangan Gary 

Cahill, Januari lalu.


Sebelum membeli tiga pemain ini, Barca berencana melepas dua penggawanya, yakni Seydou Keita dan

Ibrahim Afellay. Keduanya diyakini masih memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Real Madrid & MU Perebutkan Axel Witsel


8683131387hp2 Real Madrid & Manchester United Perebutkan Axel Witsel

Witsel sudah lama menjadi incaran United. Gelandang asal Belgia itu tampil cemerlang bersama Benfica, 

klub yang baru diperkuatnya di musim ini.

Ia mampu membawa Benfica melangkah sampai perempat-final Liga Champions, termasuk dengan

menyingkirkan United di babak penyisihan grup yang membuat Sir Alex Ferguson terpukau dengan

kemampuan pemain berusia 23 tahun tersebut.


The Red Devils pun tertarik mendatangkan Witsel dan akan menyiapkan tawaran pada bursa transfer musim

panas ini.


Berita terbaru dari talkSPORT menyebutkan, usaha United bisa saja dipatahkan Madrid yang ternyata juga

berminat mendatangjan Witsel.


Jose Mourinho juga menyukai gaya permainan Witsel dan berharap klubnya bisa mendatangkannya setelah

ia memutuskan untuk bertahan di Bernabeu. Madrid ditengarai akan menyiapkan tawaran sebesar £15 juta 

untuk Witsel.

AVB Merasa Terhormat Jika Melatih As Roma






VIVAbola - Mantan manajer Chelsea, Andre Villas-Boas (AVB), kini disebut-sebut sebagai kandidat kuat

pelatih AS Roma musim depan. Agen AVB, Carlos Goncalves, menyebut kliennya akan sangat bahagia jika

hal ini benar-benar terealisasi.


Setelah dipecat Chelsea, Villas-Boas hingga kini masih menganggur. Pria asal Portugal itu sebelumnya

sempat jadi kandidat kuat pengganti Pep Guardiola di Barcelona. Namun, jabatan itu ternyata jatuh ke

tangan Tito Vilanova.


Kini, nama Villas-Boas jadi perbincangan lagi setelah Luis Enrique disebut akan mundur dari jabatannya

sebagai pelatih Giallorossi. Pria asal Spanyol itu tidak kuat menghadapai tekanan melatih klub sebesar

Roma.


"Apakah benar ada kesepakatan antara Villas-Boas dan Roma? Untuk saat ini saya tidak dapat memastikan

apa-apa. Andre sedang berlibur dan belum membuat keputusan," kata Goncalves kepada Rete Sport.


"Masih terlalu dini untuk berbicara tentang hal ini. Tapi, Villas-Boas akan merasa terhormat untuk melatih tim

penting seperti Roma."


Villas-Boas musim ini tak memiliki prestasi yang bagus di Chelsea. Ia dilengserkan Roman Abramovich

karena rentetan hasil buruk di Premier League dan Liga Champions.


Roma sendiri saat ini masih berada di peringkat tujuh klasemen sementara Serie A dengan 52 poin.

Giallorossi terpaut tiga angka dengan Inter Milan yang berada di atas mereka.

Daftar Klub Dengan Beban Gaji Terbesar




VIVAbola - Barcelona mempertahankan posisi sebagai tim dengan pengeluaran gaji pemain terbesar tahun

ini, berdasarkan survey yang dibuat oleh Sportingintelligence.
Tim asal Katalan itu menggelontorkan rata-rata £5.260.313 (Rp78,4 Miliar) per pemain per tahun untuk gaji

pemain di tim utama mereka. Mereka mengungguli Real Madrid di posisi kedua yang menggelontorkan

£4,724,662 per pemain per tahun.


Manchester City membuat kejutan dengan berhasil melompat ke posisi ketiga dari sebelumnya di posisi ke-

10. Tim asuhan Roberto Mancini itu mengeluarkan £4,486,580.


Sementara klub di luar sepakbola yang masuk dalam daftar lima besar adalah Los Angeles Lakers di posisi

kelima. Tim NBA tersebut menghabiskan £3.804.441 per tahun.


Tim MLB (Baseball), New York Yankees yang tahun lalu menduduki posisi ketiga, kini meluncur ke posisi

keenam. (irb)


1 (1) Barcelona             La Liga         £5,260,313

2 (2) Real Madrid           La Liga         £4,724,662

3 (10) Manchester City        EPL         £4,486,580

4 (6) Chelsea                     EPL         £4,118,227

5 (4) LA Lakers                  NBA         £3,804,441

6 (3) New York Yankees      MLB         £3,748,831

7 (14) Milan                   Serie A        £3,699,411

8 (12) Bayern Munich    Bundesliga      £3,579,961

9 (13) Philadelphia Phillies     MLB        £3,525,612

10 (7) Internazionale        Serie A       £3,454,681

11 (16) Manchester United    EPL        £3,345,911

12 (43) San Antonio Spurs    NBA        £3,302,712

13 (28) LA Angels               MLB         £3,228,139

14 (42) Chicago Bulls           NBA         £3,226,329

15 (15) Boston Celtics         NBA         £3,224,721

16 (22) Arsenal                   EPL         £3,199,678

17 (58) Miami Heat              NBA         £3,188,496

18 (20) Liverpool                 EPL         £3,169,631

19 (8) Boston Red Sox         MLB         £3,086,731

20 (27) Memphis Grizzlies      NBA         £3,040,693

Rabu, 02 Mei 2012

Data dan Fakta Roy Hodgson




VIVAbola - Nama Roy Hodgson kembali mencuat dalam dunia sepakbola setelah ditunjuk FA sebagai

manajer Timnas Inggris jelang Piala Eropa 2012. Berikut perjalanan karir serta prestasi-prestasi yang pernah

direbut pria berusia 64 tahun itu sepanjang karirnya.

1947: Lahir di Croydon, London, pada 9 Agustus.

1965: Mulai karir dalam sepakbola profesional usai menandatangani kontrak bersama Crystal Palace di mana Hodgson bermain selama 11 tahun sebagai bek. Selain Palace, ia juga pernah memperkuat Gravesend and Northfleet, Maidstone, serta klub Afrika Selatan, Berea Park.

1976: Memulai karir kepelatihannya pada usia 28 tahun bersama tim divisi utama Swedia, Halmstad, dan memenangkan dua gelar. Menurut Hodgson itu pencapaian terbaiknya dalam sepakbola.

1980: Bergabung dengan klub Inggris, Bristol City, sebagai asisten manajer.

1982: Naik jabatan ke posisi manajer Bristol City namun dipecat hanya dalam waktu empat bulan. Ia lalu memutuskan kembali ke Swedia untuk melatih Orebro lalu Malmo, di mana ia meraih juara liga lima kali beruntun ditambah dua trofi Piala Swedia.

1990: Hengkang ke Liga Swiss untuk menangani Neuchatel Xamax.

1992: Menjadi pelatih Swiss dan membawa mereka ke Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Pada tahun 1996, Swiss juga diantarnya ke Piala Eropa dan merasakan posisi tiga dunia di peringkat FIFA.

1996: Bergabung dengan Inter Milan jelang Piala Eropa bergulir. 'Nerazzurri' berhasil mencapai final Piala UEFA pada musim perdananya, namun kalah adu penalti dari Schalke di San Siro.

1997: Setuju menjadi pelatih Blackburn Rovers.

Mei 1998: Membawa Blackburn ke kancah Eropa untuk kali pertama sejak 1995. Tapi, Blackburn hanya menang dua kali dalam 11 laga terakhir Premier League. Mereka pun gagal dalam perebutan gelar.

November 1998: Dipecat Blackburn karena klub berada di posisi juru kunci Premier League, dengan hanya meraih sembilan poin dari 14 laga.

1999: Kembali ke Inter Milan dengan status Direktur Teknik sebelum melatih klub Swiss, Grasshopper.

2000: Bergabung dengan klub Denmark, FC Copenhagen.

Mei 2001: Membawa Copenhagen juara Liga Denmark.

Agustus 2001: Mengambil alih posisi allentore Udinese tapi kerjasama akhirnya putus pada 10 Desember.

2002: Ditunjuk menjadi manajer Uni Emirat Arab.

Januari 2004: Dipecat setelah hanya menempatkan UEA di peringkat lima Piala Teluk.

Mei 2004: Beralih ke klub Norwegia, Viking FK.

Agustus 2005: Setuju menjadi manajer Finlandia.

30 November 2005: Mundur setelah gagal meloloskan Finlandia dari kualifikasi Piala Eropa 2008.

30 Desember 2005: Ditunjuk sebagai pelatih klub Premier League, Fulham.

2008: Fulham berhasil memenangkan lima partai liga musim itu dan berhasil lolos dari jurang degradasi.

2009: Membawa Fulham mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarah klub tersebut, yaitu tujuh, dan merebut satu tiket ke Europa League.

12 Mei 2010: Setelah menyingkirkan Juventus, Fulham racikan Hodgson harus merasakan kekalahan 1-2 daro Atletico Madrid pada extra-time partai final Europa League di Hamburg.

1 Juli 2010: Diumumkan sebagai manajer Liverpool dengan kontrak selama tiga tahun.

23 September 2010: Liverpool tersingkir dari Piala Liga lewat adu penalti oleh tim League Two, Northampton. Posisi Hodgson terjepit.

8 Januari 2011: Dibawah kepemilikan baru, Liverpool akhirnya mencopot Hodgson dari kursi pelatih Anfield.

11 Februari 2011: Mengambil alih posisi pelatih West Brom setelah ditinggalkan Roberto Di Matteo.

Mei 2011: Membawa West Brom ke peringkat 11 klasemen Premier League setelah tampil impresif di pengujung musim.

22 April 2012: Membawa 'The Baggies' menang 1-0 atas Liverpool saat lawatan pertamanya ke Anfield usai dipecat.

29 April 2012: West Brom memberi izin pada FA untuk berbicara langsung dengan Hodgson soal kemungkinan mengisi posisi manajer Timnas Inggris. Saat itu West Brom berada di peringkat 10 klasemen.

1 Mei 2012: Hodgson akhirnya resmi menjadi manajer Inggris, menggantikan Fabio Capello.

Prestasi selama menjadi manajer:
Liga Swedia: 1976, 1979 (Halmstad); 1985, 1986, 1987, 1988, 1989 (Malmo)

Piala Swedia: 1985-86, 1988-89 (Malmo)

Liga Denmark: 2000-01 (FC Copenhagen)

Piala Denmark: 2000-01 (FC Copenhagen)

Piala UEFA: runner-up 1996-97 (Inter Milan)

Liga Europa: runner-up 2009-10 (Fulham)

Messi Patahkan Rekor Gerd Mueller




VIVAbola - Pekan-pekan ini mungkin menjadi pekan terberat bagi seorang Lionel Messi. Dikalahkan Real

Madrid di El Clasico lalu gagal mengeksekusi penalti saat melawan Chelsea di Liga Champions sekaligus

harus tersingkir di ajang tersebut. Kesedihan Messi dilengkapi keputusan pelatih Pep Guardiola yang

memutuskan mundur dari Barca di akhir musim.


Namun awan mendung untuk Messi nampaknya perlahan mulai menghilang. Dimulai dengan torehan dua

golnya saat Barca membantai Rayo Vallecano 7-0, Messi kembali menjadi bintang saat Barca mengalahkan 

Malaga 4-1, Rabu 2 Mei 2012 (Kamis dini hari WIB).


Dalam laga yang berlangsung di Camp Nou tersebut, Messi sukses menorehkan hat-trick. Trigol Messi itu

sungguh spesial karena dia sukses mematahkan rekor gol legenda Bayern Munich, Gerd Mueller. Pada

musim 1967-68 Mueller sukses mencetak 67 gol di semua kompetisi bersama Bayern Munich.


Rekor tersebut akhirnya dipatahkan Messi musim ini. Tambahan 3 gol tersebut menjadikan Messi telah

mencetak 68 gol di semua ajang hanya dari 57 penampilan. Pemain 24 tahun itu mencetak 46 gol di La Liga,

2 gol di Copa del Rey, 14 gol di Liga Champions, 2 gol di Piala Super Spanyol, 1 gol di Piala Super Eropa,

dan 2 gol di Piala Dunia Antarklub.


Sebelum laga menghadapi Malaga, Mueller sepertinya sudah memiliki firasat Messi akan melampau

rekornya. Mueller berjanji akan memberikan selamat pada Messi.


"Ada banyak pencetak gol handal. Hal yang berarti banyak karena rekor saya bisa bertahan lebih dari 40

tahun. Rekor ada untuk dipatahkan,"  kata Mueller pada Mundo Deportivo.


"Saya akan menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat pada Messi jika dia sanggup mencetak 68 

gol musim ini. Ini akan menjadi kebanggaan," tambahnya.

Era Baru Three Lions Bersama Hodgson





VIVAbola - Teka-teki seputar manajer baru timnas Inggris akhirnya terpecahkan. Pada Selasa, 1 Mei

2012, Federasi Sepakbola Inggris (FA) resmi menunjuk Roy Hodgson untuk membesut The Three Lions.


Disebutkan pula bahwa Hodgson yang sebelumnya menjadi peracik taktik West Bromwich Albion diikat

dengan kesepakatan hingga empat tahun ke depan. Kontraknya sendiri baru aktif pada 14 Mei. Sedangkan

debut bersama skuad Union Jack akan terlaksana pada 2 Juni mendatang ketika timnas Inggris melakoni

ujicoba melawan Belgia di Stadion Wembley.


Penunjukkan Hodgson sendiri terbilang mengejutkan karena sebelumnya dia nyaris tidak pernah disebut

sebagai calon suksesor Fabio Capello yang meletakkan jabatan pada 9 Februari 2012 lalu. Selama ini sosok

yang difavoritkan mengemban tugas negara itu justru manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp.


Kalangan media bahkan baru mencium isu penunjukkan Hodgson pada akhir pekan kemarin. Kala itu pihak

FA yang mengungkapkan kalau Hodgson merupakan satu-satunya kandidat yang telah mereka dekati.


"Saya sangat senang dengan sambutan chairman WBA, Jeremy Peace dan semua pihak di West Bromwich

Albion yang sangat kooperatif dan memberi kesempatan kepada kami melakukan pendekatan kepada Roy,"

ujar chairman FA, David Bernstein.


"Roy satu-satunya manajer yang telah kami dekati dan kami terus berjalan sesuai tenggat waktu untuk

mencari pengganti setelah kepergian Fabio Capello," katanya lagi.


Trek Rekor Hodgson
Hodgson menukangi West Brom sejak Februari 2011. Sebelumnya, ia menjadi manajer Liverpool selama 6

bulan sebelum diberhentikan akibat menuai hasil kurang bagus.


Saat itu, Hodgson menggantikan Rafa Benitez setelah melambungkan Fulham era 2009-10. Hodgson

sempat membawa Fulham ke final Liga Europa 2010, meskipun akhirnya kalah dari Atletico Madrid partai 

puncak.


Hodgson yang juga pernah menjadi manajer Blackburn Rovers punya banyak pengalaman di luar Inggris.

Dia pernah melatih tim Denmark, Norwegia dan Swedia dengan meraih 5 trofi juara Liga bersama Malmo.

Hodgson yang menguasai beberapa bahasa juga pernah melatih Swiss dan meloloskannya ke Euro 1996.


Pria 64 tahun ini juga sempat memimpin timnas Finlandia dan Emirat Arab. Roy menangani Inter Milan era 

1995-97 dan membawanya finis di posisi 3 Serie A serta mencapai final Piala UEFA.



Tugas Berat Menanti
Tugas berat menanti di depan mata Hodgson. Selain dituntut membenahi tim yang masih berantakan

sepeninggal Capello, dia juga diharapkan bisa membawa timnas Inggris meraih hasil maksimal di perhelatan

Euro 2012 yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari.


Tugas perdana yang harus dituntaskan Hodgson ialah menentukan kapten timnas Inggris. Saat ini pasukan St


George Cross belum punya kapten tetap setelah FA mencopot ban dari lengan John Terry usai defender

Chelsea itu terlibat kasus rasis dengan bek QPR, Anton Ferdinand.


Stuart Pearce yang ditunjuk sebagai caretaker, sebelumnya memilih Scott Parker menjadi kapten di ujicoba

melawan Belanda, 29 Februari lalu.


Hodgson sendiri cukup sadar bahwa pemilihan kapten timnas Inggris adalah isu yang sangat sensitif. Untuk

itu dia mengaku tidak ingin terburu-buru dalam menentukannya.


"Kapten Inggris harus dipikirkan secara hati-hati. Saya tidak akan membicarakannya sekarang. Hal itu jelas 

menjadi salah satu masalah yang saya harus selesaikan dalam beberapa hari ke depan," ujar Hodgson di

acara jumpa pers penunjukkan dirinya.


Soal tanggung jawabnya menuntun timnas Inggris berlaga di Euro 2012, Hodgson cukup otimistis. Walaupun

hanya memiliki waktu persiapan singkat dan akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Prancis, Swedia

dan tuan rumah Ukraina di babak penyisihan grup nanti, dia tetap yakin setidaknya mampu mencapai babak

delapan besar.


"Piala Eropa memang sangat berat karena diikuti 16 tim terbaik dimana beberapa di antaranya tim kuat di

dunia. Dan grup kami salah satu yang terberat," serunya.


"Publik Inggris selalu berharap timnasnya sukses. Dan indikator sukses adalah menang. Tapi, saya berharap

fans bersabar karena setelah pengunduran diri Fabio Capello, situasi jadi tak menentu," sambung Hodgson.


Mendapat Dukungan Penuh
Sejauh ini belum ada komentar sinis terkait penunjukkan Hodgson sebagai manajer baru timnas Inggris. Baik

pemain maupun rekan se-profesi menyatakan dukung penuh kepadanya.


"Saya pernah bekerja dengan Roy. Dia adalah pribadi yang baik dan manajer yang baik," ujar Gerrard.

"Yang penting saat ini kami berikan kesempatan padanya dan saya sudah tidak sabar untuk bekerja sama

kembali dengannya," kata gelandang yang pernah menjadi anak asuh Hodgson di Liverpool itu.


Sementara mantan manajer timnas Inggris, Sven-Goran Eriksson menyebut penujukkan Hodgson oleh FA

merupakan langkah tepat. Alasannya karena Hodgson merupakan sosok yang memiliki kharisma serta

pengalaman di level Internasional.


"Dia akan menjalankan tugas dengan baik. Roy memiliki kharisma. Sebagai manajer berkebangasaan Inggris

dia cukup kaya akan pengalaman Internasional," seru Eriksson.