Cari Blog Ini

Rabu, 02 Mei 2012

Thiago Selebrasi, Puyol Marah



VIVAbola - Kapten tim Barcelona, Carles Puyol, tidak menyukai selebrasi gol rekan setimnya, Thiago

Alcantara. Gelandang muda Spanyol itu menari seusai menjebol gawang Rayo Vallecano di laga lanjutan La

Liga, Minggu 29 April 2012 atau Senin dini hari waktu Indonesia.


Pada laga di markas Vallecano, Stadion Vallecas, tersebut gol Thiago di menit 77 membawa Barcelona

unggul sementara 5-0. Dalam tayangan video di situs resmi Barcelona, gelandang 21 tahun itu merayakan

golnya bersama bek Dani Alves dengan berdansa ‘Tchu Tcha Tcha’.


Aksi Thiago dan Alves lantas mengundang sorakan para pendukung tuan rumah. Sesaat kemudian, Puyol

menghampiri untuk meminta keduanya menghentikan tarian. Dari raut wajahnya, bek senior Spanyol itu 

terlihat marah karena tidak menyukai selebrasi gol tersebut.


Jornada ke-35 itu akhirnya dimenangi Barcelona dengan skor telak 7-0. Selain Thiago, gol-gol pasukan

Blaugrana lainnya dipersembahkan Lionel Messi dan Pedro Rodriguez dengan masing-masing dua gol,

Seydou Keita, serta satu gol bunuh diri bek Vallecano, Roberto Correa.


Meski membawa pulang kemenangan besar, Barcelona tak beranjak dari peringkat 2 klasemen sementara

La Liga. Skuad besutan Josep Guardiola masih terpaut 7 poin dari rival bebuyutan sekaligus pemuncak

klasemen, Real Madrid.


Tim kebanggaan Ibukota Spanyol itu berpeluang merebut gelar juara mengingat musim ini hanya tersisa tiga

pertandingan.

Adu Mulut dengan Mancini, Ini Alasan Ferguson





VIVAbola - Sir Alex Ferguson sempat bersitegang dengan Roberto Mancini saat Manchester United d

ikalahkan Manchester City 0-1 pada laga krusial Premier League di Stadion Etihad. Ferguson 

mengungkapkan alasan ketegangan tersebut.


Tensi panas derby Manchester menemui puncaknya pada menit ke-76, ketika Ferguson dan Mancini adu

mulut di pinggir lapangan. Cekcok tersebut bermula ketika Nigel de Jong melanggar Danny Welbeck, dan

kedua manajer tidak sepakat dengan keputusan wasit Andrew Marriner.


Beruntung wasit keempat, Mike Jones, dan asisten pelatih ManCity, David Platt, melerai keduanya di pinggir

lapangan. Ferguson dan Mancini pun kembali fokus ke pertandingan.


Ferguson memang berjabat tangan dengan Mancini usai pertandingan. Namun, pelatih asal Skotlandia itu

masih kesal dengan tindakan Mancini. Ferguson mengaku dirinya adu mulut dengan Mancini karena pelatih

asal Italia itu selalu mempengaruhi wasit sepanjang pertandingan.


"Dia (Mancini) mengganggu wasit sepanjang pertandingan, wasit keempat dan hakim garis. Dan ketika saya

maju, dia juga mempengaruhi wasit. Dia protes soal wasit sepanjang pekan ini, tapi pastinya tidak akan

protes malam ini, itu pasti," ujar Ferguson kepada Sky Sports 1HD.


Ferguson menyesalkan gol kemenangan ManCity yang dicetak Vincent Kompany saat injury time babak

pertama. Pelatih asal Skotlandia itu menilai MU hanya bisa menyalahkan diri sendiri.


"Jika kalah lewat gol dari bola mati di level pertandingan seperti ini, Anda hanya bisa menyalahkan diri

sendiri. Waktu yang salah untuk kebobolan," papar Ferguson.

Modal Buruk Chelsea & Liverpool Jelang FA CUP


EPL: Fernando Torres - Cheick Tiote, Chelsea v Newcastle United

Setelah Liverpool kalah dari Fulham dini hari kemarin pada lanjutan Liga Primer Inggris 2011/12, kini giliran 

Chelsea yang menuai hasil serupa. Pasukan Roberto Di Matteo itu ditaklukkan Newcastle United 2-0. 

Padahal ketika Liverpool kalah dari Fulham, banyak pihak yang memprediksikan kalau Chelsea bakal 

menang atas The Magpies guna membawa modal positif ke Wembley. Tetapi kenyataannya Chelsea justru 

mengikuti jejak pasukan Kenny Dalglish tersebut

Gol Papiss Cisse dimenit ke-19 dan injury time membuat John Teryy dkk tidak berdaya. Mereka tak 

mampu melakukan banyak pergerakan untuk membalas gol striker Senegal itu. Walau demikian Di Matteo 

berharap ini tidak berdampak di final Piala FA nanti. Justru mereka harus bisa memanfaatkan final tersebut 

sebelum akhirnya bertarung kembali di Liga Primer 2011/12.


Namun satu yang disesalkan Di Matteo. Pasukannya tersebut tidak bermain dengan baik. Padahal sejak 

awal dia sudah mengatakan kalau menghadapi Newcastle tidak mudah. Mereka memiliki musim yang 

fantastis musim ini.

Kemudian akibat dari kekalahan ini adalah Chelsea semakin jauh dengan Newcastle dan juga Tottenham 

Hotspur di papan klasemen sementara. Sekarang selisih mereka menjadi empat angka. Dengan catatan 

seperti itu rasanya sulit bagi The Blues untuk finis di empat besar.

"Kesempatannya memang sangat kecil untuk kami finis di empat besar apalagi lawan kami berikutnya 

Liverpool. Tetapi jika kami bisa mengalahkan mereka di final Piala FA, sepertinya kami juga bisa 

mempermalukan mereka di lanjutan liga," ungkap Di Matteo.

Agen: Kevin De Bruy Akan Sukses di Chelsea


Kevin de Bruyne (left) - Genk

Agen dari Kevin de Bruyne,  Patrick De Koster, meyakini kliennya tersebut akan meraih sukses di klub 

barunya, Chelsea.

Seperti yang diketahui, De Bruyne bergabung dengan Chelsea pada bulan Januari sebelum dipinjamkan 

kembali ke Racing Genk hingga akhir musim.

Banyak pihak yang merasa khawatir De Bruyne akan bernasib sama seperti Lukaku yang jarang 

mendapatkan kesempatan bermain di Stamford Bridge.

Daftar Juara Primer liga 1929-2012


Athletic Bilbao, Real Madrid


Setelah puasa gelar La Liga Spanyol selama tiga tahun, Real Madrid akhirnya berbuka di musim ini.

Kemenangan 3-0 atas Athletic Bilbao di San Mames dinihari tadi yang memastikan kesuksesan Real Madrid 

mengungguli Barcelona dalam persaingan panjang La Liga 2011/12.

Dengan tambahan tiga angka, dan kompetisi menyisakan dua laga lagi, perolehan poin Real Madrid sudah 

tak lagi bisa dikejar Barcelona. Real Madrid saat ini unggul tujuh angka dari Barcelona, dengan 94 angka.


Pasang:
Merebutkan: Athletic Bilbao 17.50 Imbang 35.00 Getafe 47.50

Gelar tersebut menjadi gelar ke-32 yang dicatat Real Madrid sejak La Liga bergulir di musim 1929. Real 

Madrid juga masih memegang rekor sebagai tim terbanyak meraih penghargaan juara La Liga.

Gelar ini juga menjadi gelar kedua Jose Mourinho di Real Madrid. Tahun lalu, pelatih asal Portugal itu 

memberikan tropi juara Copa Del Rey.

Di bawah ini adalah daftar lengkap juara La Liga Spanyol:

MusimJuaraRunner-UpTop Skor
1929 Barcelona Real Madrid Paco Bienzobas (Real Sociedad, 14 gol)
1929–30 Athletic Bilbao Barcelona Guillermo Gorostiza (Athletic Bilbao, 19 gol)
1930–31 Athletic Bilbao Racing de Santander Agustín Sauto Arana (Athletic Bilbao, 27 gol)
1931–32 Real Madrid Athletic Bilbao Guillermo Gorostiza (Athletic Bilbao, 12 gol)
1932–33 Real Madrid Athletic Bilbao Manuel Olivares (Real Madrid, 16 gol)
1933–34 Athletic Bilbao Real Madrid Isidro Lángara (Real Oviedo, 27 gol)
1934–35 Real Betis Real Madrid Isidro Lángara (Real Oviedo, 26 gol)
1935–36 Athletic Bilbao Real Madrid Isidro Lángara (Real Oviedo, 27 gol)
1936–37 Perang Sipil
1937–38
1938–39
1939–40 Atlético Madrid
(d/h Atlético Aviación)
Sevilla Víctor Unamuno (Athletic Bilbao, 22 gol)
1940–41 Atlético Madrid
(d/h Atlético Aviación)
Athletic Bilbao Pruden (Atlético Aviación, 30 gol)
1941–42 Valencia Real Madrid Edmundo Suárez (Valencia, 27 gol)
1942–43 Athletic Bilbao Sevilla Mariano Martín (Barcelona, 32 gol)
1943–44 Valencia Atlético Madrid
(d/h Atlético Aviación)
Edmundo Suárez (Valencia, 27 gol)
1944–45 Barcelona Real Madrid Telmo Zarra (Athletic Bilbao, 19 gol)
1945–46 Sevilla Barcelona Telmo Zarra (Athletic Bilbao, 24 gol)
1946–47 Valencia Athletic Bilbao Telmo Zarra (Athletic Bilbao, 34 gol)
1947–48 Barcelona Valencia Pahiño (Celta de Vigo, 23 gol)
1948–49 Barcelona Valencia César Rodríguez Álvarez (Barcelona, 28 gol)
1949–50 Atlético Madrid Deportivo La Coruña Telmo Zarra (Athletic Bilbao, 25 gol)
1950–51 Atlético Madrid Sevilla Telmo Zarra (Athletic Bilbao, 38 gol)
1951–52 Barcelona Athletic Bilbao Pahiño (Real Madrid, 28 gol)
1952–53 Barcelona Valencia Telmo Zarra (Athletic Bilbao, 24 gol)
1953–54 Real Madrid Barcelona Alfredo di Stéfano (Real Madrid, 27 gol)
1954–55 Real Madrid Barcelona Juan Arza (Sevilla, 28 gol)
1955–56 Athletic Bilbao Barcelona Alfredo di Stéfano (Real Madrid, 24 gol)
1956–57 Real Madrid Sevilla Alfredo di Stéfano (Real Madrid, 31 gol)
1957–58 Real Madrid Atlético Madrid Manuel Badenes (Real Valladolid, 19 gol)
Alfredo di Stéfano (Real Madrid, 19 gol)
Ricardo (Valencia, 19 gol)
1958–59 Barcelona Real Madrid Alfredo di Stéfano (Real Madrid, 23 gol)
1959–60 Barcelona Real Madrid Ferenc Puskás (Real Madrid, 26 gol)
1960–61 Real Madrid Atlético Madrid Ferenc Puskás (Real Madrid, 27 gol)
1961–62 Real Madrid Barcelona Juan Seminario (Real Zaragoza, 25 gol)
1962–63 Real Madrid Atlético Madrid Ferenc Puskás (Real Madrid, 26 gol)
1963–64 Real Madrid Barcelona Ferenc Puskás (Real Madrid, 20 gol)
1964–65 Real Madrid Atlético Madrid Cayetano Ré (Barcelona, 25 gol)
1965–66 Atlético Madrid Real Madrid Vavá (Elche, 19 gol)
1966–67 Real Madrid Barcelona Waldo Machado (Valencia, 24 gol)
1967–68 Real Madrid Barcelona Fidel Uriarte (Athletic Bilbao, 22 gol)
1968–69 Real Madrid Las Palmas Amancio Amaro (Real Madrid, 14 gol)
José Eulogio Gárate (Atlético Madrid, 14 gol)
1969–70 Atlético Madrid Athletic Bilbao Amancio Amaro (Real Madrid, 16 gol)
Luis Aragonés (Atlético Madrid, 16 gol)
José Eulogio Gárate (Atlético Madrid, 16 gol)
1970–71 Valencia Barcelona José Eulogio Gárate (Atlético Madrid, 17 gol)
Carles Rexach (Barcelona, 17 gol)
1971–72 Real Madrid Valencia Enrique Porta (Granada, 20 gol)
1972–73 Atlético Madrid Barcelona Marianín (Real Oviedo, 19 gol)
1973–74 Barcelona Atlético Madrid Quini (Sporting Gijón, 20 gol)
1974–75 Real Madrid Real Zaragoza Carlos Ruiz Herrero (Athletic Bilbao, 19 gol)
1975–76 Real Madrid Barcelona Quini (Sporting Gijón, 21 gol)
1976–77 Atlético Madrid Barcelona Mario Kempes (Valencia, 24 gol)
1977–78 Real Madrid Barcelona Mario Kempes (Valencia, 28 gol)
1978–79 Real Madrid Sporting de Gijón Hans Krankl (Barcelona, 26 gol)
1979–80 Real Madrid Real Sociedad Quini (Sporting Gijón, 24 gol)
1980–81 Real Sociedad Real Madrid Quini (Barcelona, 20 gol)
1981–82 Real Sociedad Barcelona Quini (Barcelona, 26 gol)
1982–83 Athletic Bilbao Real Madrid Hipólito Rincón (Real Betis, 20 gol)
1983–84 Athletic Bilbao Real Madrid Jorge da Silva (Real Valladolid, 17 gol)
Juanito (Real Madrid, 17 gol)
1984–85 Barcelona Atlético Madrid Hugo Sánchez (Atlético Madrid, 19 gol)
1985–86 Real Madrid Barcelona Hugo Sánchez (Real Madrid, 22 gol)
1986–87 Real Madrid Barcelona Hugo Sánchez (Real Madrid, 34 gol)
1987–88 Real Madrid Real Sociedad Hugo Sánchez (Real Madrid, 29 gol)
1988–89 Real Madrid Barcelona Baltazar (Atlético Madrid, 35 gol)
1989–90 Real Madrid Valencia Hugo Sánchez (Real Madrid, 38 gol)
1990–91 Barcelona Atlético Madrid Emilio Butragueño (Real Madrid, 19 gol)
1991–92 Barcelona Real Madrid Manolo (Atlético Madrid, 27 gol)
1992–93 Barcelona Real Madrid Bebeto (Deportivo La Coruña, 29 gol)
1993–94 Barcelona Deportivo La Coruña Romário (Barcelona, 30 gol)
1994–95 Real Madrid Deportivo La Coruña Iván Zamorano (Real Madrid, 28 gol)
1995–96 Atlético Madrid Valencia Juan Antonio Pizzi (Tenerife, 31 gol)
1996–97 Real Madrid Barcelona Ronaldo (Barcelona, 34 gol)
1997–98 Barcelona Athletic Bilbao Christian Vieri (Atlético Madrid, 24 gol)
1998–99 Barcelona Real Madrid Raúl (Real Madrid, 25 gol)
1999–2000 Deportivo La Coruña Barcelona Salva (Racing Santander, 27 gol)
2000–01 Real Madrid Deportivo La Coruña Raúl (Real Madrid, 24 gol)
2001–02 Valencia Deportivo La Coruña Diego Tristán (Deportivo La Coruña, 21 gol)
2002–03 Real Madrid Real Sociedad Roy Makaay (Deportivo La Coruña, 29 gol)
2003–04 Valencia Barcelona Ronaldo (Real Madrid, 25 gol)
2004–05 Barcelona Real Madrid Diego Forlán (Villarreal, 25 gol)
2005–06 Barcelona Real Madrid Samuel Eto'o (Barcelona, 26 gol)
2006–07 Real Madrid Barcelona Ruud van Nistelrooy (Real Madrid, 25 gol)
2007–08 Real Madrid Villarreal Daniel Güiza (Real Mallorca, 27 gol)
2008–09 Barcelona Real Madrid Diego Forlán (Atlético Madrid, 32 gol)
2009–10 Barcelona Real Madrid Lionel Messi (Barcelona, 34 gol)
2010–11 Barcelona Real Madrid Cristiano Ronaldo (Real Madrid, 40 gol)
2011–12 Real Madrid Barcelona (belum diketahui)

ClubWinnersRunners-upThird place
Real Madrid 32 20 7
Barcelona 21 23 13
Atlético Madrid 9 8 12
Athletic Bilbao 8 7 10
Valencia 6 6 9
Real Sociedad 2 3 2
Deportivo La Coruña 1 5 4
Sevilla 1 4 4
Real Betis 1 0 2

Juventus Bidik Ivanovic & Lampard




VIVAbola - Sejumlah nama terus dikaitkan dengan Juventus. Yang terbaru adalah dua penggawa Chelsea,

Branislav Ivanovic dan Frank Lampard.


Juventus memang sedang memburu beberapa pemain papan atas. Mereka ingin menambah armadanya

sebagai persiapan tampil di Liga Champions setelah sempat absen dalam dua tahun belakangan.


La Gazzetta dello Sport, Minggu, 29 April 2012, melaporkan kalau kini Bianconeri sedang menjajaki

kemungkinan mendatangkan Ivanovic. Manajemen Juventus sendiri seperti cukup percaya diri bisa menggaet

bek asal Serbia itu dengan biaya €8 juta.


Selain itu mereka juga berpikir untuk membawa serta Lampard. Sebelumnya, pada 2010, La Vecchia 


Signora juga sudah sempat berminat meminang gelandang berjuluk Super Lamp tersebut. Sayangnya,

niatan itu langsung ditolak oleh pemain bersangkutan serta klubnya.


Sejumlah nama lain yang juga dibidik adalah Dede dari Vasco Da Gama. Namun nampaknya Juventus masih

ragu akan kualitas pemain asal Brasil tersebut jika bermain di daratan Eropa.


Sebagai alternatif masih ada dua nama lagi. Mereka adalah Mariano Izco dari Catania serta Kwadwo

Asamoah yang sekarang berkostum Udinese.

Rumor EURO 2012: FIFA Bahas Penyebab Serangga Jantung


FIFA Bahas Penyebab Serangan Jantung
FIFA Bahas Penyebab Serangan Jantung


Dalam konferensi medis FIFA pada 23-24 Mei di Hungaria, FIFA akan membahas kasus serangan jantung 

yang melibatkan pemain sepakbola untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab serangan seperti yang 

menimpa pemain Bolton Fabrice Muamba saat pertandingan berlangsung.

“Kami telah mengundang semua dokter timnas untuk menciptakan kumpulan data sedunia tentang penyebab

serangan jantung mendadak. Ini akan membantu analisa faktor risiko serangan jantung,” jelas ketua medis


FIFA Professor Jiri Dvorak.


Kepada AP, Dvorak menambahkan, “Kadang kami hanya mendapat keterangan kasus-kasus itu melalui

media. Tapi jika kami mendapatkan penjelasan resmi, kami bisa menganalisis.”




FIFA mulai menyadari bahaya serangan jantung setelah pemain Kamerun Marc-Vivien Foe meninggal saat 

tampil melawan Kolombia pada Piala Konfederasi 2003 dan sejak itu mengharuskan tes jantung terhadap

semua pemain yang tampil di Piala Dunia 2006, dan kini hal tersebut diwajibkan di semua turnamen FIFA

untuk semua umur baik pria maupun wanita.


“Itu (kasus Foe) peringatan yang mengharuskan kami menangani situasi ini dan melakukan semua hal untuk

mengurangi risiko,” jelas Dvorak.


Selain itu, alat pacu jantung juga harus disediakan di semua pertandingan yang diakui FIFA, termasuk

seluruh partai kualifikasi Piala Dunia.